step-up-all-inIdentitas :

Genre : Drama, Musikal
Tanggal Rilis Perdana : 25 Juli 2014
Studio : Summit Entertainment

Pemeran & Kru

Sutradara : Trish Sie
Produser : Jennifer Gibgot, Adam Shankman
Penulis Naskah : John Swetnam
Pemain : Ryan Guzman, Briana Evigan, Adam G. Sevani, Izabella Miko, Stephen Boss, Misha Gabriel, Alyson Stoner, Mari Koda, Chris Scott, Luis Rosado, Chadd Smith, Martin Lombard, Facundo Lombard, Marc Inniss, Nolan Padilla, Phillip Chbeeb

Durasi : 120 menit

sinopsis :

Franchise Step Up ini memang memiliki fans-base sendiri, terutama dari mereka yang doyan film dance. Meskipun cerita antar filmnya tidak ada yang berkesinambungan, ramuan Step Up selalu sama: kisah cinta antar dancer cowok & cewek dibalut tantangan dance. Meski tidak meraih kesuksesan besar baik secara komersial maupun kritik, nyatanya Step Up masih dengan sukses berlanjut sampai Step Up All In. Step Up pertama dibintangi Channing Tatum dan mempertemukannya dengan istrinya saat ini, Jenna Dewan. Berlanjut ke Step Up 2, yang berfokus pada “tarian jalanan” dan Step Up 3D, hingga ke Step Up Revolution yang lebih berfokus pada fenomena “Mob”.

Step Up All In mempertemukan cast-cast lama seperti Sean (Ryan Guzman) dari Step Up Revolution; Andie (Brian Evigan) dari Step Up 2; tokoh penghubung franchise sejak Step Up 2, yaitu Moose (Adam G Sevani) bersama love affairs Cammile (Alyson Stoner) dari Step Up 3D. Masih ada pemeran lain yang tentunya familiar di ingatan penonton lama, yaitu: Santiago Twins (Martin & Facundo Lombard), Jenny (Mari Koda), dll. Ada pula tokoh baru Alexa (Izabella Miko) & Jasper (Stephen Stevo Jones) yang cukup mencuri perhatian.

Berbicara tentang benang merah antar film, tentu yang dapat menghubungkannya hanya Moose dan memang jalur pintas pun diambil, dalam film ini Moose-lah yang mengenalkan seluruh tokohnya kepada Sean. It’s a short-cut! Pada film sebelumnya Sean bukanlah pasangan Andie, untuk menjawab pertanyaan tersebut, sutradara Trish Sie memutuskan untuk menyelipkan pembicaraan tentang mantan mereka masing-masing dalam dialog. Short-cut again!

Secara tarian, memang Step Up kali ini lebih heboh. Didukung dengan setting tempat dan (tampaknya) budget yang lebih spektakuler, memang secara mata Step Up lebih menghibur. Tetapi jangan salah, justru dengan gegap gempita itulah, beberapa tarian tampak seperti instan, dan kurang natural. Bandingkan dari Step Up awal, yang membuat kita tampak menyadari betapa susahnya untuk menari. Step Up kali ini membuat kita berpikir bahwa menari seperti sulap! Tara.. foila.. langsung jadi bagus tanpa persiapan yang panjang (dan tidak diceritakan dalam film).

Untuk dialognya, Step Up All In juga bisa dibilang gagal total. Para pemerannya tidak dapat membawakan dialog dengan lugas, selain karena memang pilihan kata-katanya yang kaku, para pemerannya juga tampak seperti “diperintah” untuk berakting atau bergaya seperti itu, seperti tidak menjadi diri mereka sendiri.

Jelas ada sesuatu yang hilang dari Step Up ini. Kalau di Step Up lama kita masih merasakan chemistry tokoh utama yang sangat kuat boleh dibilang kali ini hambar. Kalau di Step Up yang lalu kita setidaknya deg-degan, kali ini kita mungkin akan menguap setelah tarian episode ke-sekian. Apabila ingin mensukseskan franchise ini, seharusnya tim penggarapnya tidak hanya memikirkan untuk membuatnya lebih megah, tetapi juga membuat cerita yang lebih bermutu dan kreatif. Tidak hanya menambah banyaknya orang dalam film itu, tetapi juga membuat setiap tokoh hidup dan efisien. Kalau hanya untuk menonton tarian yang bagus, tentunya tidak usah dijadikan film kan? My score is 5/10.

Kelebihan dan kekurangan :

Kelebihan :

1. cerita nya mudah untuk dimengerti

2. akting yang bagus

3. ceritanya menggambarkan kehidupan sebenarnya

Kekurangan :

1. cerita nya monoton

2. tidak sesuai dengan ekspetasi dari judulnya

3. tarian nya pun tidak jauh beda dengan film sebelumnya

Pendapat :

Buat saya film step up all in patut untuk anda sekalian menontonnya karena film tersebut melanjutkan film sebelum nya walau di film tersebut masih banyak yang harus di perbaiki. semoga untuk kedepannya film ini memiliki kualitas yang lebih maju dibanding dengan film saat ini