Semakinberkembangnyazamankoperasiindonesiamakinlambatberkembang yang menyebabkankoperasi di indonesiasemakinharisemakinberkurangjumlahnya. Hal tersebutmungkinbisa di latarbelakangiolehberbagaifaktorantara lain salahsatunyaadalahsulitnyakoperasiberkembangkarenakurangnyadukungandaripemerintahitusendiri.

DewanKoperasi Indonesia menegaskanada 10 faktorkelemahan yang membuattingkatdayasainginvestasi Indonesia rendahsertaberpengaruhbagipengembangangerakankoperasisebagailembagaekonomirakyat.

AgungSudjatmoko, WakilKetuaUmumBidangOrganisasiKelembagaanDewanKoperasi Indonesia (Dekopin), mengemukakansalahsatu di antaranyaadalahotonomidaerah yang berdampakpadamahalnyabiaya.

Untukmeningkatkandayasainggerakankoperasi, khususnyasecarabisnisdaninstitusi, Dekopinakanmemperkuatideologikoperasikepadaanggotanyabersamaandenganperkuatankelembagaankoperasisebagaientitasbisnis modern.

Sebagaisoko guru perekonomian di Indonesia, koperasimempunyaiperanan yang sanagtpentingdalamperekonomian. Ada beberapacara yang bisakitalakukanuntukbisaterustetepmempertahankankeberadaandanmulaimengeksiskankembalikoperasiini. Salah satucara yang paling tepatadalahbagaimanakitamengembangkankoperasiinidenganseiringdenganperkembanganzaman.

Dalammenghadapikesulitankoperasisepertiaksespermodalan, keterbatasaninformasidanpasar, minim manajerial, gagapteknologi, dlldapatdiatasidengancara :

 

1.   Mengeluarkankebijakangunamendorongpercepatanpemberdayaankoperasisecaraterarahdanbertahap. Kebijakantersebutmeliputiaspek-aspekkelembagaan, permodalan, kemampuanteknologi, kualitas SDM, pemasaran, jaringanusaha, menciptakaniklim yang kondusif, danbertahapdimulaiskemahibahuntukpeningkatanketerampilanusaha, danabergulir, pinjamanlunak, modal venturadanpinjamanlunak. Secaraterarah program inidapatmenyentuhsegalaaspek yang bertujuandalamjangkapendekmaupundalamjangkapanjang.

 

2.   Memberikanbantuan modal kerjabagikoperasi primer khususnya KUD. Dimanabantuantersebutharusselektif, dimonitoringdanevaluasi.

 

3.  Memberikanbantuanmanajemenkepadakoperasi primer dan KUD baiksebagaimanajer KUD ataupelatihan-pelatihan yang berkesinambungan.

 

4.  Mensinergikan program-program pembangunandenganpemberdayaankoperasi. Sebagaicontoh, program pembangunanlumbungpanganolehKementerianPertanian, jugabantuanpengadaanpenggilinganpadi (RMU), bantuanalatpengering (box dryer) padidanjagung, bantuan hand tractor, pembangkitlistrik micro hydro power, pengelolaandana PUAP (Pengembangan Usaha AgribisnisPedesaan).

 

5.   Memberikanperanan yang lebihbesarpadadinaskoperasiataupunKementerian Negara Koperasidalampengembangankoperasi.

 

6.  Modifikasiproduk. Denganmemodifikasiproduk-produk yang adadikoperasi, sayayakinakanmeningkatkanseleramasyarakatsehinggatertarikuntukmengkonsumsiprodukdarikoperasitersebut. Denganbegitu jug dapatmeningkatkandayajualkoperasi.

 

7.   Menerapkansistem GCG. Koperasiperlumencontohimplementasi good corporate governance(GCG) yang telahditerapkanpadaperusahaan-perusahaan yang berbadanhukumperseroan. Implementasi GCG dalambeberapahaldapatdiimplementasikanpadakoperasi. Untukitu, regulator, dalamhaliniKementerianKoperasidan UKM perlumemperkenalkansecaramaksimalsuatukonsep good cooperative governance (disingkatjugadengan GCG) atautatakelolakoperasi yang baik. Dalammengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlumemastikanbeberapalangkahstrategis yang memadaidalamimplementasi GCG. Pertama, koperasiperlumemastikanbahwatujuanpendiriankoperasibenar-benaruntukmensejahterakananggotanya. Pembangunan kesadaranakantujuanperludijabarkandalamvisi,misidan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaranakanmencapaitujuanmerupakan modal pentingbagipengelolaankoperasisecaraprofesional, amanah, danakuntabel.

 

8.   Memperbaikikoperasisecaramenyeluruh. KementerianKoperasidan UKM perlumenyiapkan blue print pengelolaankoperasisecaraefektif. Blue print koperasiininantinyadiharapkanakanmenjadipanduanbagiseluruhkoperasi Indonesia dalammenjalankankegiatanoperasinyasecaraprofesional, efektifdanefisien. Selainitudiperlukanupayaseriusuntukmendiseminasikandanmensosialisasikan GCG (good cooperative governance )koperasidalam format gerakannasionalberkoperasisecaraberkesinambungankepadawargamasyarakat, baikmelalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkanakansemakinmemajukanperkoperasian Indonesia.

 

9.     Membenahikondisi internal koperasi. Praktik-praktikoperasional yang tidaktidakefisien, mengandungkelemahanperludibenahi. Dominasipengurus yang berlebihandantidaksesuaidenganproporsinyaperludibatasidenganadanyaperaturan yang menutupcelahpenyimpangankoperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawandilakukanadalahpemanfaatankepentingankoperasiuntukkepentinganpribadi, penyimpanganpengelolaandana, maupunpraktik-praktik KKN.

 

10.   MemberikanPelatihanKaryawan. Denganadanyapelatihankemampuanterhadapkaryawankoperasitiap 3 bulansekali, diharapkansistemkeuangandanbirokrasi internal di dalamkoperasidapatteratasi.

 

11.   Menanamkanjiwa-jiwakoperasisejakdini. Hal inibisakitaperolehdenganmemberikanpelatihandenganadanyakoperasi di sekolah. Yang kemudianbisadikembangkanmenjadikoperasisiswadimana para siswaterlibatlangsungdalamkegiatanperkoperasan. Denganbegini, rasa tertarikpadakoperasiakantumbuhdalamdiri para siswa.

 

12.   Memberikanpenyuluhan-penyuluhantentangkoperasikepadaseluruhlapisanmasyarakat. Shinggadiharapkanmasayarakatbisamengenaldankemudianmengembangkandanmemajukanperkoperasiaan di Indonesia.

 

Referensi

http://kspintidana.com/berita/120-dekopin-10-kelemahan-kembangkan-koperasi

http://ekaagustianingsih.blogspot.com